Selasa, 14 Januari 2014

SISTEM URIN(GINJAL)


Sistem urin tersusun atas ginjal, ureter, vesica urinaria, dan urethra.Berfungsi membantu terciptanya homeostasis dan pengeluaran sisa-sisa metabolisme. Ginjal selain berfungsi sebagai alat ekskresi juga berperan menghasilkan hormon seperti: renin-angiotensin, erythropoetin, dan mengubah
provitamin D menjadi bentuk aktif (vit.D).
Ginjal berbentuk seperti buah kacang buncis pada beberapa spesies hewan Mammalia. Paling luar diselubungi oleh jaringan ikat tipis yang disebut kapsula renalis. Bagian ginjal yang membentuk cekungan disebut hilum. Pada hilum terdapat bundel saraf, arteri renalis, vena renalis, dan ureter.Ginjal dapat dibedakan menjadi bagian korteks yakni lapisan sebelah luarwarnanya coklat agak terang dan medulla yaitu lapisan sebelah dalam warnanyaagak gelap. Pada korteks renalis banyak dijumpai corpusculum renalis Malphigi, capsula Bowmani yang terpulas gelap, sedangkan pada medulla banyak dijumpai loop of Henle.
Ginjal mendapatkan suplai darah dari aorta abdominalis yang bercabang menjadi arteri renalis, ® arteri interlobaris ® arteri arcuata ® arteri interlobularis ® arteriole aferen ® glomerulus ® arteriole eferen ® kapiler juxta glomerulare ® peritubuler ® vena interlobularis ® vena arcuata ® vena
interlobularis ® vena renalis.
Arteriole afferen
Pada arteriole aferen dekat dengan badan Malphigi terdapat sel-sel juxtaglomeruler yang merupakan modifikasi otot polos befungsi menghasilkan enzim renin. Enzim renin berfungsi mengaktifkan angiotensinogen menjadi angiotensin I, selanjutnya angiotensin I oleh converting enzim diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II berfungsi merangsang sekresi hormon aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron berperan meningkatkan reabsorpsi ion Na dan\klorida pada tubulus kontortus distal.
Nefron
Tiap ginjal tersusun atas unit struktural dan fungsional dalam pembentukan urin yang dinamakan nefron (nephron). Tiap nefron terdiri atas bagian yang melebar yang dinamakan korpuskula renalis atau badan malphigi, tubulus kontortus.proksimal, lengkung Henle serta tubulus kontortus distal.
Korpuskula renalis
Korpuskula renalis terdiri atas glomelurus dan dikelilingi oleh kapsula Bowmann.
Glomeruli
Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler yang ruwet yang
merupakan cabang dari arteriole aferen. Pada permukaan luar kapiler glomeruli
menempel sel berbentuk spesifik dan memiliki penjuluran-penjuluran yang disebut
podosit (sel kaki).download disini
(Sariawan)



Stomatitis Aphtous Reccurent atau yang di kalangan awam disebut sariawan adalah luka yang terbatas
pada jaringan lunak rongga mulut. Istilah recurrent digunakan karena memang lesi ini biasanya hilang
timbul. Luka ini bukan infeksi, dan biasanya timbul soliter atau di beberapa bagian di rongga mulut
seperti pipi, di sekitar bibir, lidah, atau mungkin juga terjadi di tenggorokan dan langit-langit mulut.
Penyebab
Hingga kini, penyebab dari sariawan ini belum dipastikan, tetapi ada faktor-faktor yang diduga kuat
menjadi pemicu atau pencetusnya. Beberapa diantaranya adalah:
 Trauma pada jaringan lunak mulut (selain gigi), misal tergigit, atau ada gigi yang posisinya di
luar lengkung rahang yang normal sehingga menyebabkan jaringan lunak selalu tergesek/tergigit
pada saat makan/mengunyah
 Kekurangan nutrisi, terutama vitamin B12, asam folat dan zat besi.
 Stress
 Gangguan hormonal, seperti pada saat wanita akan memasuki masa menstruasi di mana terjadi
perubahan hormonal sehingga lebih rentan terhadap iritasi
 Gangguan autoimun / kekebalan tubuh, pada beberapa kasus penderita memiliki respon imun
yang abnormal terhadap jaringan mukosanya sendiri.
 Penggunaan gigi tiruan yang tidak pas atau ada bagian dari gigi tiruan yang mengiritasi jaringan
lunak
 Pada beberapa orang, sariawan dapat disebabkan karena hipersensitivitas terhadap rangsangan
antigenik tertentu terutama makanan.
Ada juga teori yang menyebutkan bahwa penyebab utama dari SAR adalah keturunan. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya menderita SAR lebih rentan untuk
mengalami SAR juga.
Gejala
Gbr. Ulser SAR yang khas, dengan tepi kemerahan dan putih daerah berwarna putih kekuningan
ditengahnya.
Awalnya timbul rasa sedikit gatal atau seperti terbakar pada 1-2 hari di daerah yang akan menjadi
sariawan. Rasa ini timbul sebelum luka dapat terlihat di rongga mulut.
Sariawan dimulai dengan adanya luka seperti melepuh di jaringan mulut yang terkena berbentuk bulat
atau oval. Setelah beberapa hari, luka seperti melepuh tersebut pecah dan menjadi berwarna putih di
tengahnya, dibatasi dengan daerah kemerahan.
Bila berkontak dengan makanan dengan rasa yang tajam seperti pedas atau asam, daerah ini akan terasa
sakit dan perih, dan aliran saliva (air liur) menjadi meningkat.
Berdasarkan ciri khasnya secara klinis, SAR dapat digolongkan menjadi ulser minor, ulser mayor, dan
ulser hepetiform.
Ulser minor adalah yang paling sering dijumpai, dan biasanya berdiameter kurang dari 1 cm dan
sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut. Bentuknya bulat, berbatas jelas, dan biasanya dikelilingi
oleh daerah yang sedikit kemerahan. Lesi biasanya hilang setelah 7-10 hari.
dowload disini
PENYAKIT DEGENERATIF

I.Obesitas
Adalah kelebihan berat badan dari berat badan ideal/normal dengan standar BMI/IMT (Index Massa Tubuh) > 30 kg/m2.
Obesitas meningkatkan risiko: DM, stroke, penyakit jantung koroner, hipertensi, hiperkolesterol, gangguan ginjal, kanker, osteoartritis, sleep apnea (sulit bernapas saat tidur).
Pencegahan Obesitas:
1. Gizi Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula Hindari konsumsi alkohol berlebihan.
2. Hindari stress/depresi/frustrasi/kebosanan
3.Berolahraga secara teratur lakukan latihan aerobik minimal 30 menit per hari, selama 3 kali seminggu tingkatkan aktivitas fisik misalnya jalan kaki ke kantor, naik tangga di dalam kantor.
4. Stop merokok.
Yang perlu diingat: Penurunan berat badan jangan drastis (cukup 0,5 – 1 kg per minggu). Jangan menggunakan obat-obatan penurun berat badan yang dijual bebas.
Hiperlipidemia (Kolesterol dan Lemak Tinggi)
- Kolesterol:
-HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik.
-LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat.
- Lemak dalam darah: trigliserida
Kadar normal
- Kolesterol total : < 200 mg/dL
- Kolesterol LDL : < 160 mg/dL
- Kolesterol HDL : > 60 mg/dL
- Trigliserida : < 150 mg/dL
Kelebihan kolesterol meningkatkan risiko: Penyumbatan pembuluh darah Strok Penyakit jantung koroner Hipertensi Obesitas
Pencegahan Hiperlipidemia
1. Diet
2. Hindari stress
3. Olahraga secara teratur.
4. Stop merokok.
 Jika Tekanan darah sistolik dan diastolik berada pada kategori yang berbeda, maka yang diambil adalah yang tertinggi
Gejala dan Tanda Sering tidak ada gejala apapun Seringkali yang terlihat adalah gejala akibat penyakit, komplikasi atau penyakit yang menyertai. Peningkatan tekanan darah sering merupakan satu-satunya tanda.
download disini
MOLEKUL

Molekul - Bentuk satuan terkecil yang dapat diidentifikasikan menjadi unsur-unsur melalui suatu reaksi peruraian dan memiliki komposisi dan sifat kimia sebagai senyawa tersebut.
• Molekul terdiri dari atom-atom terdiri dua atau lebih unsur yang bergabung melalui ikatan kimia.
Rumus molekul - Pernyataan singkat untuk menggambarkan jumlah atom yang terdapat dalam molekul.
• Terdapat empat macam tipe yang dapat digunakan untuk menjabarkan molekul :
1. Rumus molekul (Molecular Formulas)
2. Rumus termampatkan (Condensed Formulas)
3. Rumus struktur (Structural Formulas)
4. Model molekul (MolecularModels)

I. Molekul, Senyawa dan rumus molekul
1. Rumus molekul - Menjabarkan komposisi atom dari molekul tetapi tidak menggambarkan informasi struktur.
• Tipe atom direpresentasikan menggunakan simbol dalam tabel periodik.
• Angka subskrip di belakang atom mengindikasikan jumlah atom tgersebut dalam molekul.
• Rumus yang dapat menggambarkan beberapa molekul yang berbeda (contoh : etil metil eter, 1- propanol, atau 2- propanol).
2. Rumus struktur - Menunjukkan bagaimana semua atom saling terikat, menggambarkan struktur secara lebih detaiL.download disini
POLA GIZI SEIMBANG

Dukungan faktor gizi memungkinkan penyelenggaraan negara berlangsung secara efisien. Asupan gizi yang tepat membentuk daya tahan fisik sehingga warga dapat membentengi dirinya dari berbagai penyakit yang harus diobati dengan biaya mahal. Manusia Indonesia Prima pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sehingga bangsa Indonesia mampu bersaing dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi 2011 – 2014 1
bangsa-bangsa lain di dunia di semua bidang terutama ekonomi, pendidikan, iptek, budaya, olah raga, pertahanan dan keamanan.Pentingnya faktor gizi membuat upaya perbaikan gizi masyarakat perlu dilakukan secara terus menerus dengan berbagai pendekatan yang semakin inovatif. Faktor-faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol seperti perubahan iklim, bencana alam, ataupun krisis ekonomi internasional, memberi tekanan lebih lanjut agar status gizi masyarakat perlu lebih baik.
Sejauh ini bangsa Indonesia telah meraih sejumlah kemajuan dalam perbaikan gizi masyarakat, namun masih ada sejumlah masalah gizi dan tantangan yang mesti dihadapi secara serius. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan turunnya prevalensi anak balita (bawah lima tahun) yang berstatus kurang gizi dari 31% di tahun 1990 menjadi 17,9% di tahun 2010. Masalah lainnya adalah banyaknya balita pendek (35,6%) dan kurus (13,3%). Pada kelompok usia di atas 18 tahun, masalah gizi didominiasi oleh masalah kegemukan, di mana angka pada perempuan cenderung lebih tinggi dibanding laki-laki. Kegemukan juga ditemukan lebih tinggi pada mereka yang tinggal di perkotaan, berpendidikan lebih tinggi dan berstatus ekonomi lebih tinggi dibanding sebaliknya.Banyaknya tantangan yang dihadapi bangsa ini terkait dengan masalah gizi sangat erat hubungannya dengan faktor pengetahuan, sikap dan perilaku. Hasil penelitian Balitbangkes tahun 2009 memperlihatkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dan manfaatnya masih rendah.
Di sisi lain, di beberapa wilayah masih berkembang mitos atau pengetahuan yang salah dan menyesatkan seperti anak balita perlu menghindari makan telur atau daging agar terhindar dari kesakitan seperti bisul. Padahal protein hewani sangat penting untuk
membentuk kecerdasan anak. Di lain pihak orang tua cenderung mengabaikan makan sayur dan buah serta lebih menikmati hidup dengan makan makanan tinggi protein dan lemak. Perilaku ini akan meningkatkan risiko penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, stroke dan lain-lain.
Tantangan yang besar untuk memperbaiki gizi rakyat Indonesia menuntut penanganan yang lebih inovatif sekaligus terpadu, karena didominasi oleh faktor pengetahuan, sikap dan perilaku yang keliru dan sudah mengakar di masyarakat. Untuk itu diperlukan kerja keras sekaligus terobosan untuk menumbuhkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang lebih merefleksikan kesadaran gizi yang baik, antara lain ditunjukkan oleh pola konsumsi makanan yang baik sejalan dengan penerapan aktifitas fisik yang cukup dan teratur.
download disini
 Proses Penuaan
Pengertian
Menjadi tua merupakan kodrat yang harus dijalani oleh semua insan di dunia. Namun, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, proses penuaan dapat diperlambat atau dicegah (Smith, 2001).
Menjadi tua atau aging adalah suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan secara perlahan-lahan untuk memperbaiki atau mengganti diri dan mempertahankan struktur, serta fungsi normalnya. Akibatnya tubuh tidak dapat bertahan terhadap kerusakan atau memperbaiki kerusakan tersebut (Cunnningham, 2003). Proses penuaanini akan terjadi pada seluruh organ tubuh meliputi organ dalam tubuh, seperti jantung, paru-paru, ginjal, indung telur, otak, dan lain-lain, juga organ terluar dan terluas tubuh, yaitu kulit.
Proses penuaan kulit berlangsung secara perlahan-lahan (Leijden,1990; Yaar & Gilchrest, 2007). Batas waktu yang tepat antara terhentinya pertumbuhan fisik dan dimulainya proses penuaan tidak jelas, tetapi umumnya sekitar usia pertengahan dekade kedua mulai terlihat tanda penuaan kulit (Cunnningham, 2003).
data yang asli dowload disini
download disini
Download disini
UAS .P.P VERA